Destinasi Klenteng

Menyambangi Klenteng Sang Laksamana Cheng Ho

Masyarakat Indonesia pasti sudah taka sing lagi mendengar nama besar Laksamana Cheng Ho. Apalagi, bagi masyarakat Cina turunan di Indonesia. Laksamana Cheng Ho yang dikenal juga dengan nama Sam Poo Tay Djien ini adalah panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia yang memiliki latar belakang beragama Islam.

Klenteng Sam Poo Kong yang terletak di daerah Simongan, Semarang ini, dipercaya sebagai tempat pendaratan sang Laksamana bersama anak buahnya saat melakukan ekspansi pencarian Mustika di daerah utara, yakni Pulau Jawa, atau tepatnya di pantai Semarang pada tahun 1401. Ternyata, Klenteng Sam Poo Kong, yang juga dikenal dengan nama Gedong Batu ini, kesohor hingga ke Negara Tirai Bambu yang nun jauh disana.

Klenteng dengan warna merah dan kuning emas ini adalah sebuah goa batu, yang dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Di lokasi ini, setiap wisatawan bisa melihat altar serta patung Sam Poo Tay Djien yang dipenuhi dengan lilin menyala. Goa tersebut konon, digunakan sebagai tempat meramal nasib yaitu dengan menggunakan tongkat-tongkat kecil yang dilemparkan ke lantai.

Menurut cerita, pada tahun 1742 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh orang Cina, yang  menyebabkan orang-orang Cina yang berada dikawasan Gedung Batu dipindahkan ke pecinan (Kawasan Gang Baru sekarang). Setelah pemindahan tersebut, kawasan Simongan tumbuh menjadi daerah pemukiman dan industri. Ternyata, dari peristiwa pemindahan tersebut melahirkan sebuah tradisi tradisi liturgi yang ada di kelenteng pecinan sama dengan tradisi yang ada di klenteng Sam Poo Kong.

Tempat Pemujaan Yang Unik

Di Klenteng Sam Poo Kong, para wisatawan sejarah dan benda cagar budaya pun dapat melihat beberapa tempat pemujaan, seperti tempat Pemujaan Dewa Bumi atau Fu De Zheng Shen (Hok Tek Cheng Sin Hokkian) berupa arca. Kemudian ada pula Tempat Pemujaan Dewa Bumi atau biasa disebut dengan Klenteng Thao Tee Kong yang merupakan tempat pemujaan untuk mengucapkan rasa terima kasih atau memohon berkah dan keselamatan hidup kepada Dewa yang menguasai bumi.

Tempat pemujaan lain yang tak kalah unik namanya adalah tempat Pemujaan Kyai Juru Mudi, yang berupa makam Juru Mudi kapal yang ditumpangi oleh sang Laksamana. Di lain sisi, masih ada tempat Pemujaan Sam Poo Kong yang berbentuk arca. Tempat Pemujaan Sam Poo Kong merupakan pusat seluruh kegiatan dalam komplek Klenteng. Ditempat ini, digunakan untuk bersembayang, memohon doa restu keselamatan, kesehatan, serta mengenang jasa Sam Poo Kong. Dan, di area ini, terdapat goa yang mempunyai sumber air yang diyakini bisa menjadi perantara untuk mengobati keluarga yang sakit.

Setelah, menyambangi tempat Pemujaan Kyai Juru Mudi, terasa kurang komplit, jika belum melihat tempat pemujaan Kyai Jangkar. Di ruang pemujaan ini, terdapat pula beberapa tempat pemujaan lain seperti tempat sembayang arwah Ho Ping, tempat pemujaan Nabi Khong Tju-tokoh peletak dasar ajaran moral Cina, tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi, salah satu tempat penyimpanan pusaka atau senjata jaman Sam Poo Kong. Dan, yang terakhir adalah Tempat Pemujaan Kyai & Nyi Tumpeng, yakni tempat yang berupa prasasti dalam bentuk makam yang digunakan untuk memohon berkah serta menempa diri. (fatoer)

Alamat:

Jalan Gedung Batu, Simongan 129

Semarang, Jawa Tengah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s