Hotel Majapahit

Hotel Majapahit Tawarkan Sensai Nostalgia Ala Kolonial

Adalah sebuah pengalaman tersendiri, dan tidak terbayangkan sebelumnya, ketika menginap di hotel Majapahit. Sebab, hotel yang berdiri pada tahun 1910 ini, syarat akan nilai sejarah, bernuansa artistis, dan bertaraf bintang lima. Hotel yang berdiri kokoh di jalan Tunjungan, Surabaya ini, dulunya bernama Hotel Oranje semasa pendudukan Belanda di Indonesia. Hotel ini pun pernah menuliskan sebuah kisah sebagai tempat drama perobekan bendera Belanda, menjadi Merah Putih.

Hotel yang memiliki 150 kamar dengan balutan interior kolonial ini, pernah menjadi buah bibir sejarah Indonesia, semasa pendudukan Jepang di Suarabaya. Pada saat Perang Dunia II berkecamuk, hotel ini pernah beralih fungsi sebagai barak militer sekaligus kamp tawanan perang Jepang. Dan, nama Hotel Oranje pun diubah menjadi Hotel Yamato. Kemudian pada 19 September 1945, untuk menandai spirit perjuangan arek-arek Suroboyo, Hotel Majapahit pun sempat menggunakan nama Hotel Merdeka atau Liberty Hotel.

Memasuki tahun 1946, hotel berarsitektur Belanda ini, dikelola oleh Sarkies Brothers, dan namanya berubah lagi menjadi Hotel LMS kepanjangan dari Lucas Martin Sarkies. Kemudian, di tahun 1969, ketika Hotel LMS ganti pemilik dari Sarkies ke Mantrust Holding Co., namanya pun kembali berubah menjadi Hotel Majapahit. Setelah memasuki masa restorasi pada tahun 1996, tak kurang dari dua tahun, hotel ini kembali ganti identitas dengan label Mandarin Oriental Hotel Majapahit hingga saat ini.

Kemewahan Interior Bernuansa Kolonial

Oleh karena lokasinya yang berada di tengah kota Surabaya, menjadikan Hotel Majapahit sangat mudah dan dekat untuk diakses baik itu dari bandara, stasiun kereta, hingga pusat perbelanjaan. Jika Anda memiliki hobi berbelanja, hotel ini bias ditempuh hanya tiga menit. Kemudian, dari bandara hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 25 menit. Sedangkan, hanya tujuh menit dari pintu akses stasiun kereta api.

Nuansa tenang, damai, dan kesan harmonis, sudah tersirat, ketika Anda mulai masuk ke Lobby hotel untuk chek in di bagian receptionist. Sambil duduk di ruang lobby, musik terdengar mengalun rendah, anda dapat memanjakan retina mata Anda untuk menikmati ruangan hotel dengan interior dan aksesorisnya yang begitu menawan dan luar biasa apiknya. Sehingga, tidak salah, jika banyak orang selalu mereferensikan hotel Majapahit sebagai tempat yang layak untuk beristirahat ketika akan menjelajahi seluruh isi kota pahlawan, Surabaya.

 Jika anda memiliki banyak waktu, cobalah untuk menjelajah area publik hotel ini, pasti Anda akan dibuat kagum, mulai dari dalam ruangan kamar hingga ekterior alami seperti taman yang hijau dan arsitektur gedung yang sangat “tempo doeloe” sekali. Mungkin, kata ekslusive nan eksotik adalah kata yang tepat untuk melukiskannya. Betapa tidak, jika melihat lorong, pilar, jendela, atau pun lantainya, Anda akan dibawa pada sebuah imajinasi, yaitu masa kolonial yang terkenal angkuh akan keindahan arsitekturnya.

Selain itu, di Surabaya, Hotel Majapahit dikenal sebagai hotel yang menjanjikan standar kemewahan bintang lima, eksotisme, dan sensasi historik tersendiri. Hal ini, dapat ditemukan pada kamar Presidential Suite. Konon kamar presiden suite yang ada di hotel Majapahit, adalah kamar yang terluas dan terbesar se-Asia Tenggara. Beragam fasilitas pun tersedia disini, mulai dari Health Club dengan fasilitas gymnasium dan aerobic area yang nyaman dan mewah, atau Indigo dan Sarkies Restoran & Bar. Jadi, kemana lagi Anda akan beristirahat kalau di Surabaya, kalau tidak di hotel Majapahit Surabaya. (fatoer)

Alamat:

Hotel Majapahit Surabaya

Jalan Tunjungan, Surabaya 60275
East Java-Indonesia. Telp: (62-31) 5454 333 Fax: (62-31) 5454 111

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s