Nasi Goreng Mangkok

Ketika Cakwe dan Nasi Bertemu di Mangkok
Untuk menemukan kuliner bergenre Nasi Goreng di negeri ini sangat lah mudah. Apalagi, di Kota besar seperti Jakarta. Tapi, untuk menemukan sesuatu yang khas, baik rasa, varian dan kemasan yang menarik, bukanlah perkara yang mudah. Apalagi, nasi goreng tersebut telah kesohor di para pecinta kuliner jenis nasi.

Nasi Goreng Mangkok, misalnya. Selain memiliki cita rasa yang khas, nasi goreng ini pun memiliki latar belakang sejarah di menu tersebut. Konon, Nasi Goreng Mangkok ini berasal dari seorang perantau dari Semarang, yang telah bertahun-tahun mengikuti majikannya yang keturunan etnis Tionghoa. Dari sini, belajar memasak Nasi Goreng, yang divariasikan dengan Cakwe penganan khas etnis Tionghoa.

Kemudian pada tahun 1986, pemilik nasi goreng ini pun merantau ke Jakarta dan menjajakan keahliannya dalam meracik nasi goreng. Tak dinyana, ternyata dalam satu tahun, Nasi Goreng Cakwe ini pun jadi pembicaraan orang dalam hal kualitas rasa, porsi, dan Cakwe yang ada di dalamnya. Tak hanya itu, nasi goreng yang disajikan ke dalam sebuah Mangkok ini pun, mampu melambungkan namanya menjadi Nasi Goreng Mangkok.

Cara ia meracik bumbu untuk menghasilkan masakan yang nikmat pun berbeda dengan yang lainnya. Untuk mengawali sebuah rasa, bawang putih terlebih dahulu di keprek untuk kemudian di goreng dengan minyak makan, setelah itu diikuti dengan cakwe yang berbentuk bulat yang telah ia potong-potong. Selanjutnya, cakwe tersebut diaduk dengan bumbu yang lainnya, disusul dengan telor, arsiran daging ayam, semangkok nasi dan kecap kental.

Alhasil, terciptalah sebuah nasi goreng yang gurih, serta cakwe yang kenyal laksana bakso. Arsiran daging ayam yang telah menyatu dengan bumbu, mampu meberi varian rasa nikmat kedua setelah cakwe. Acar yang berisi ketimun, wortel, bawang merah serta cabe hijau mampu memberikan rasa asam di tengah gurih, kenyal dan empuknya nasi goreng tersebut.

Nasi Goreng Mangkok yang masih menggunakan tenda ini, biasa mangkal di Jl. Cempaka Putih Tengah XIII, Jakarta Pusat dan buka setiap hari dari jam 18.00 – 24. 00 WIB. Harganya pun relative murah, hanya Rp. 14.000,./porsinya. Harga yang setimpal, bagi yang memuja sebuah cita rasa nasi goreng yang berbeda dan memiliki ciri khas. (fatoer) *Dimuat juga di Tourism Watch Magz*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s