Legenda Dari Selat Sunda

Krakatau Eksotik

Di Selat Sunda – selat yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera, terdapat sebuah destinasi menarik yang ceritanya telah ke sohor berabad-abad lalu. Yah, destinasi tersebut pasti Gunung Krakatau. Tak perlu rumit, untuk mengetahui suatu referensi sejarah asal muasal Gunung Krakatau menjadi sebuah legenda. Hanya sekali klik dengan keyword-gunung kratau, maka secara otomatis referensi itu akan keluar.

Saya pun tak akan panjang lebar mengisahkan sejarah sang Legenda tersebut. Saya cuma me-refresh ssedikit sang Legenda itu, dengan harapan Anda akan tertarik menyusuri gugusan anak Krakatau dengan beberapa operator travel yang menwarkan beberapa paket petualangan di tanah sang Legenda itu. Sebab, ketika menjejakan kaki di tanah sang Legenda, hati terasa bergetar dengan nama besar yang mampu mengguncang dunia itu.

Seperti yang di sitat dari berbagai sumber on-line, Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Gunung yang pernah meletus pada jam 10.20 tanggal 26-27 Agustus 1883, mengakibatkan sebuah tsunami dahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:

Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera

Sekarang Gunung Kraktau tersebut, telah menjadi destinasi menarik bagi para wisatawan yang doyan akan petualangan. Memang sulit untuk mencapai ke destinasi yang melegenda ini. Sebab terkait dengan cuaca dan keberadaan alam dan tanah disekitar Gunung Krakatau. Meski sulit, para tour operator masih ada yang berani menciptakan paket wisata ‘menjamah tanah sang Legenda’. Sebab, disinilah wisata petualangan di mulai.

Semburan Abu Vulkanik Yang Eksotik

Siapa pun pelancongnya, pasti akan merasa senang menjamah kawasan gunung Krakatau. Rasa takut, akan menjadi ‘bumbu’ adrenalin sang pelancong. Mampu menjamah tanah sang Legenda hingga puncak tertinggi adalah kepuasan batin, yang tak dapat dinominalkan dengan apapun. Tentu dengan catatan, jika gunung tersebut berstatus aman untuk didaki.

Pertama kali menyambangi Kraktau, menjelang bulan mei tahun 2010, kami menggunakan jasa tour operator seorang rekan dari Lampung. Ketika perahu tradisional yang kami tumpangi, akan menyentuh bibir pantai gugusan gunung Kraktau, kami pun langsung kagum akan pesonanya. Lautnya masih biru, sekali mendongak, kami dapat melihat pucuk gunung Krakatau yang sempat menyemburkan abu vulkanik. Kalau tak salah hitung, ada empat kali, abu vulkanik keluar dari pucuk gunung Krakatau.

Terus terang, tak ada perasaan takut saat itu. Justru kami merasa pemandangan tersebut sangat eksotik. Sebab, bisa melihat secara dekat. Dari kaki gunung Krakatau yang sebagian besar telah berubah jadi pasir vulkanik. Sesekali pemandu wisata pun, memberikan sinyal tanda bahaya, jika ingin melanjutkan pendekakian yang eksotik itu.

Kesempatan kedua, untuk kembali menyambangi sang Legenda dari Selat Sunda datang dari Pemerintah Provinsi Lampung, manakala ada event Festival Krakatau 2010. Festival Krakatau adalah annual event yang selalu diselenggarakan setiap pertengahan tahun. Festival ini, selalu menjadi perhatian dunia internasional, oleh karena membawa nama Gunung Krakatau. Ya, Kraktau telah menjadi brand international destinasi bagi provinsi Lampung.

Pada festival Krakatau 2010, nampaknya menjadi pengalaman yang kurang begitu menarik. Sebab, sebagaian besar peserta tour baik dari luar negeri maupun dalam negeri urung menjamah tanah sang Legenda tersebut. Alasan faktor keamanan. Padahal, peserta tour tersebut sangat berharap bisa menjamah tanah itu. Alhasil, para peserta tour pun, hanya mampu menyaksikan gunung Krakatau dari Kapal Ferry yang disewa oleh Pemprov Lampung saat itu.

Dari atas deck kapal itu, semua peserta tour hanya dapat menyaksikan dari kejauhan gunung Krakatau menyemburkan abu vulkanik. Terlihat eksotik memang, tapi kurang greget. Sebab, hanya mampu menyaksikan dari atas kapal. Tidak seperti, pelaku atraksi para layang yang berputar bebas di atas gunung itu.  Apalagi atraksi para nelayan daerah sekitar di dekat bibir pantai gunung Krakatau. Kami pun merasa iri dibuatnya.

Aksesbilitas ke Destinasi

Ada dua cara untuk mengakses ke gunung tersebut. Untuk dari pulau Jawa bisa dimulai dari provinsi Banten. Bisa dari destinasi ujung kulon, atau dari beberapa hotel dan resort di kawasan Anyer yang menawarkan paket wisata ke Krakatau tersebut. Salah satunya diantaranya adalah Patra Anyer Beach Resort maupun Sang Hyang Indah Spa Resort. Cara lain, bisa menghubungi para tour operator yang tergabung di Association of the Indonesia Tours and Travel (ASITA) DPD Banten.

Untuk dari Pulau Sumatera, Kalianda, Lampung Selatan, bisa menjadi best destinasi untuk menuju ke Gunung Krakatau. Krakatoa Resort pun Anda bisa menuju kawasan tersebut. Tapi bagi berbudget minim, saya sarankan untuk berangkat dari Pulau Canti, Kalianda, Lampung Selatan. Dari pulau Canti, Kalianda, Anda akan dihantarkan sampai ke pulau tersebut dengan menggunakan perahu mesin.

Jika berangkat dari Pantai Canti, Kalianda, saya sarankan untuk mengambil penginapan di Pulau Sibesi. Pulau Sibesi, adalah pulau terdekat dari gunung Krakatau. Dan, di pulau itu pun terdapat resort bagus, serta guest house bagi para backpeker. Kala sore menjemput, sunset dari pulau sibesi begitu memesona dan memukau kamera para pelancong, dengan background gunung Krakatau.

Saran saya, akan lebih baik dan bijak, jika akan menyambangi tanah sang Legenda bekerjasamalah dengan para tour operator sebagai guiden dan atau penduduk setempat. Dan, pilihlah, tour operator yang tergabung dengan ASITA, sebab mereka telah memiliki lisensi dan terdaftar secara hukum.

Dan, jangan lupa pula, patuhilah aturan-aturan masyarakat sekitar. Sebab mereka lebih tahu dan memahami kondisi alam sekitar. Untuk contact person beberapa tour operator yang biasa membuat paket ke gunung Krakatau bisa menghubungi saya. Selamat Mengunjungi Destinasi Wisata Gunung Krakatau, Sang Legenda dari Selat Sunda. (fatoer doang)

One thought on “Legenda Dari Selat Sunda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s